Inilah alasan kenapa kami, PPA Tour selalu menggunakan pesawat FLAG CARRIER, seperti Emirate, Saudi, Garuda, Etihad, Qatar, Oman, Alias pesawat-pesawat yang di miliki satu negara bukan pesawat-pesawat swasta. Memang agak mahal tapi Penerbanganya terjamin, tidak gagal terbang.
Bahkan didalam pesawat Flag Carrier pun ada kelebihanya masing-masing. Dan kenapa kami prioritaskan Emirate dan Saudi Air lines sebelum pesawat flag carrier lainya, tentunya banyak pertimbaganya, dilihat dr kapasitas jumlah pesawat , rute regular ke madinah dan jam terbang pelayanan dan penerbangan untuk para jamaah umrah khususnya.
Untuk lengkapnya ,silahkan di simak di bawah ini :
kabarumrahhaji.com – Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Haji Umrah dan Inbound Indonesia (Asphurindo) KH Hafidz Taftazani mengingatkan para travel penyelenggara umrah untuk berhati-hati memilih maskapai penerbangan yang akan digunakan untuk mengangkut jamaah ke Tanah Suci. Asphurindo menyarankan agar penyelenggara umrah menggunakan airlines yang dimiliki negara atau flag carrier.
“Hati-hati dengan penerbangan bukan dimiliki negara, apalagi originalnya bukan dari dalam negeri. Sebaiknya itu dihindari karena rawan terjadi masalah,” kata Hafidz kepada kabarumrahhaji.com, Rabu pagi (4/1/2017).
Menurut Hafidz, penerbangan umrah milik swasta terlebih lagi bukan penerbangan regular akan sangat rawan terjadi masalah dalam operasionalnya. Maskapai negara menjadi pilihan karena jadwal terbangnya sudah jelas, dan mereka juga dijamin oleh negara jika terjadi kerugian.
“Kalau itu bukan milik negara, harus dilihat originalnya di mana. Kalau itu di dalam negeri masih bs dipertanggungjawabkan. Tapi kalau originalnya itu di luar negeri, berbahaya sekali. Misal ada 300 jamaah tidak bisa diterbangkan dari Malaysia atau Dubai, perusahaan bisa bangkrut,” kata Hafid.
Sebab itu, Hafidz menyarankan pelaku travel umrah untuk memilih menggunakan maskapai flag carrier seperti Garuda, Saudi Airlines, Etihad, Emirates, “Memang dari sisi harga tiket sedikit lebih tinggi, tapi jamaah akan lebih terjamin. Penyelenggara jangan hanya berpikir murahnya saja, coba kalau maskapai tidak terbang, mereka akan rugi lebih besar,” tutur dia. (nrd)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar